Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 19 Feb 2023 10:46 WIB ·

Bagaimana kita tahu kalau kita siap menikah?

Saudara perempuan saya yang kini telah menikah memberi tahu saya bagaimana definisi ‘siap’ nya dia dalam pernikahan.

Siap ilmu
Ilmu pernikahan itu penting, entah berasal dari kajian yang diikuti, buku atau nasihat orang lain. Ilmu ini akan selalu dipelajari baik sebelum, sesudah, dan selama menikah itu sendiri.

Sayangnya masih ada yang menikah tanpa ilmu yang cukup, tau nya menikah itu nurut sama suami dan mengerjakan pekerjaan rumah, tapi lupa dengan hak istimewanya sebagai istri. Ada yang menjadikan pasangannya sebagai budak seks, pembantu bahkan tahanan, tidak menyadari kalau pasangan seharusnya dipandang sebagai partner dalam menjalankan kehidupan rumah tangga. Ada juga yang sudah punya anak, tapi masih awam bagaimana berperan sebagai orang tua.

Kurangnya ilmu benar-benar membawa dampak buruk, lebih buruk lagi jika tidak mau belajar. Hal ini hanya akan membawa banyak penderitaan dan sakit hati, dari orangtuanya lalu menurun kepada anak-anaknya.

Siap mental
Tahu dan mengerti bahwa dunia pernikahan akan jauh berbeda dengan saat masih sendiri; subuh bangun paling awal lalu masak untuk keluarga, ngurus suami dan anak yang mau sekolah, belum lagi jika punya anak kecil atau sedang menyusui maka pekerjaan bisa 1 x 24 jam udah mirip poskamling, pekerjaan rumah yang tiada habisnya, belum lagi keluhan suami tentang baju yang belum di setrika, perabotan kotor, masakan tidak ada, badan istri yang kucel karena seharian sibuk sama anak, dan lain-lain. Laki-laki harus bekerja lebih keras karena sudah memiliki tanggungan lain, perannya sebagai suami dan ayah, melindungi, menjaga, membantu istri, membahagiakan istri dan anak secara lahir dan batin juga tidak mudah, siap dimintai tolong kesana kemari, mengasuh anak selepas kerja, belum lagi omelan dari istri yang kelelahan, dan masih banyak lagi.

Jika kita tidak siap dengan itu semua lebih baik tahan dulu untuk menikah, lakukan apapun yang kamu mau selagi masih sendiri.

Siap finansial
Tidak musti banyak, yang penting tidak nyusahin orang tua. Hal lainnya adalah ilmu finansial, tau bagaimana manage keuangan yang baik.

Sedikit cerita, teman saya laki-laki menikah dibiayai orang tuanya sebanyak 60 juta, tapi 2 atau 3 tahun kemudian anaknya cerai. Gimana orangtuanya tidak stres udah dibayarin mahal-mahal, cerai pula.

Cerita lainnya suami teman saya hobinya bercocok tanam, jadi dong beberapa. Tapi keduanya kurang ilmu finansial, tahunya banyak anak banyak rezeki, tapi lupa bahwa zaman sekarang apa-apa butuh duit, tidak menimbang kondisi finansialnya saat ini dengan jumlah anak yang sebaiknya mereka punya. Alhasil hidupnya banyak stres, karena sebatas bisa makan saja sudah syukur.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tim PKM RSH UMS, Lakukan Penelitian Tentang Taktik Bahasa dalam Kejahatan Siber

24 June 2024 - 12:01 WIB

Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Cairan Serbaguna bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur

22 June 2024 - 18:26 WIB

Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM Muda di Desa Candi, Kab. Sidoarjo”

20 June 2024 - 11:06 WIB

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Trending di Pendidikan