Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 14 Feb 2023 10:02 WIB ·

Bagaimana cara kerja strategi “bakar duit”?

Strategi bakar duit adalah strategi dimana perusahaan (pada umumnya perusahaan startup teknologi) menggunakan berbagai macam promo untuk meningkatkan jumlah pengguna.

Disclaimer: Semua pembahasan terkait perusahaan tertentu bersifat opini pihak luar. Seluruh pembahasan hanya berdasarkan informasi yang dapat diakses oleh publik (baik berasal dari berita ataupun website terkait). Tidak ada tendensi untuk menjatuhkan atau menggiring opini buruk terkait perusahaan, Penulis berusaha membahas topik dengan cara sefair mungkin serta berdasar fakta dan data.

Kenapa perusahaan startup suka membakar uang untuk konsumennya ? karena perusahaan percaya, pada jangka panjang konsumen pasti akan menghasilkan uang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Untuk memahaminya saya akan mengambil contoh kasus go-food (karena banyak yang tau dong pastinya tentang gojek dan go-food).

Sumber artikel : https://inet.detik.com/cyberlife/d-4622000/go-food-tawarkan-voucher-rp-156000-bagi-pengguna-baru-lho

Kenapa sih Gojek mau ngasih voucher Rp 156.000 ke pengguna barunya ? kalo kita liat syaratnya pengguna baru, kita bisa ngerti kalau tujuan dari promo ini adalah untuk ningkatin pengguna baru dari Go-Food.

Berdasarkan syarat ketentuan dari gojek, pengguna baru bisa dapet potongan harga total Rp 156.000 dengan detil kayak gini :

Voucher langsung Rp 40.000 untuk yang belom pernah make gofood, 1x voucher Rp 20.000 dan 2x voucher Rp 10.000
Dapet cashback gopay Rp 50.000 setelah melakukan 3 kali transaksi di gofood
Bisa beli voucher potonga seharga Rp 96.000 dengan harga cuma Rp 30.000, alias diskon beli voucher Rp 66.000.
Kalo kita liat disini untuk bisa mendapatkan voucher kedua seenggaknya pengguna baru harus 3 kali order gofood alias make semua voucher awalnya. Setelah itu mereka baru dapet Rp 50.000, nggak selesai disitu mereka ditawarin lagi untuk beli vouceher seharga Rp 96.000 dengan harga Rp 30.000 (dimana mereka bisa dapet 4x voucher Rp 24.000).

Kalo kita ringkas pengguna baru setidaknya akan melakukan transaksi 7x kali (3 transaksi dari voucher awal, 4 dari voucher akhir) karena adanya promo ini.

Netizen ? enak banget! terus untungnya untuk gojek apa sih emang ?

Mungkin kalian juga udah tau kalo gojek ngasih biaya layanan gofood sebesar 20% untuk merchant yang berjualan di gofood. Setiap Rp 1.000 dari transaksinya gojek akan mendapatkan Rp 200 (mungkin ada perbedaan untuk merchant tertentu).

Jadi setiap ada duit yang keluarin gojek, sejatinya sebagian duitnya balik lagi ke gojek. Tentu aja diawal jumlahnya nggak akan nutup aktivitas “bakar duit”nya. Gue bikin tabel dibawah ini untuk ngasih gambaran kira kira gimana gojek bisa untuk jangka panjang, tentu aja datanya cuma skema fiktif.

Asumsi yang dipake adalah :

Selama 3 bulan nggak ada promo untuk restoran itu
Nilai transaksi (trx) dari ordernya adalah konstan Rp 40.000. Kebetulan gue punya kenalan yang nilai rata rata transaksinya Rp 40.000 dalam 1 bulan penjualan, jadi gue pake contoh untuk disini aja.
Pengguna baru ini mesen gofood 3 hari sekali
Tentu aja angka aslinya pasti beda, bisa aja banyak voucher baru karena dia pelanggan loyal, rata rata belanjanya lebih besar atau kecil dari Rp 40.000, bisa aja make gofood tiap hari kerja atau malah jarang banget.

Dari asumsi tabel di atas kita bisa liat kalo gojek akan balik modal bahkan untung tipis dalam 2 bulan. Bulan ke 3 mereka udah untung lebih dari 50% dari biaya yang dikeluarin untuk akusisi pengguna baru.

Dalam istilah perstartup-startupan ada sebuah golden rule yaitu “LTV > CPA”. LTV (long time value), untung yang didapet secara jangka panjang, sedangkan CPA (cost per acquisition) adalah biaya yag digunakan untuk dapetin 1 user. Jadi gapapa perusahaan “bakar duit” kalo secara jangka panjang user akan terus pake.

Perusahaan kayak gojek dan perusahaan teknologi lainnya nggak mungkin asal “bakar duit”. Semua bentuk promo yang terlihat bakar duit itu pasti sudah dipertimbangkan dengan basis data.

Gojek pasti tau kenapa harus ngasih 156.000, kenapa harus ngedorong orang transaksi 7 kali dst. “bakar duit” tanpa lihat data akan jadi literally bakar duit.Kebetulan liat neon boxnya di stasiun sudirman Setelah nulis jawaban ini, bukan promo yak haha.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Zulpikar, Pengamat Politik Bank Zoel Institute : Banyak Kejanggalan Pada Pemilu 2024

20 February 2024 - 22:06 WIB

Rapat Tahun OJK, Ketua MPR RI Bamsoet Optimistis Perekonomian Nasional Meningkat Pasca Pemilu 2024

20 February 2024 - 17:46 WIB

Pelaku Penganiayaan di Patikraja Banyumas Dibekuk Polisi

20 February 2024 - 15:04 WIB

OJK-BPK Perkuat Kompetensi Pengendalian Kualitas Pengawasan IJK

20 February 2024 - 11:03 WIB

Perpres Nomor 19/2024 Diharapkan Mampu Akselerasi Industri Gim Nasional

20 February 2024 - 10:54 WIB

Babinsa Kratonan Dampingi Petugas Dinsos Cek Warga Terlantar

19 February 2024 - 18:54 WIB

Trending di Bisnis