Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 13 Sep 2023 19:16 WIB ·

Apresiasi Yayasan Al Utsmani yg Peduli Ajarkan AlQur’an di Jakarta.HNW: Agar Ajaran AlQuran Juga Jadi Pegangan dan Penerang Masyarakat Modern Wujudkan Rahmatan lil Alamin.

 
MEDIABANGSA-Wakil Ketua MPR Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid Lc., MA (HNW), mengapresiasi kiprah dan peran Yayasan Al Utsmani. Yayasan yang menaungi Pesantren Tahfizh Al Quran itu disebut mampu berkembang di tengah masyarakat yang semakin materialistik, hedonistik, serta kehilangan arah dan pegangan. “Sehingga hadirnya lembaga-lembaga seperti Al Utsmani yang mengajarkan Al Quran secara baik dan benar sangat diperlukan oleh Masyarakat”, ujarnya.
 
Ungkapan demikian disampaikan oleh HNW saat dirinya menerima Pengurus Yayasan Al Utsmani di ruang kerja, Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 12 September 2023.
 
Delegasi Al Utsmani yang hadir dalam silaturahim itu adalah Pembina Yayasan Mukhlishon Tanti Dasiva, Ketua Yayasan Efendi Anwar, Sekretaris Sugiono, Bendahara Hanom Supriyadi, Bidang Penghimpunan David Aprianto, dan Mudir Pesantren Zarkony Alwy.
 
Yayasan Al Utsmani saat ini memiliki pesantren yang tersebar di 13 kota. Jumlah santrinya mencapai lebih dari 3000 orang. Di Jakarta, kiprah lembaga ini berkembang pesat.
 
Lebih lanjut HNW mengatakan, di era post thruth, era di mana kebohongan bisa menyamar menjadi kebenaran, ditambah dengan era disrupsi, membuat masyarakat tidak mempunyai pegangan hidup sehingga mudah termakan hoaks, ikut-ikutan judi online, terjebak pada penggunaan narkoba, terbawa pada hal-hal  yang bisa mengantarkan pada sikap radikalis, ekstrimis, ateis, komunis, dan liberalis.
 
“Hadirnya lembaga-lembaga yang mengajarkan Al Quran sangat diapresiasi supaya bangsa yang berdasarkan Pancasila ini semakin menegaskan diri sebagai masyarakat yang Berketuhanaqn Mahaesa dan terjamin kebebasan beragama”, tutur Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
 
Agar tatanan masyarakat yang berlandaskan Pancasila terwujud, umat Islam sebagai mayoritas warga bangsa, diharap dan sudah sewajarnya untuk mencintai dan memahami Al Quran dengan baik dan benar.
 
Diingatkan oleh alumni Pondok Pesantren Gontor itu, bangsa ini mengalami fase anomali. Di satu sisi, Indonesia dianggap sebagai bangsa yang paling religius namun di sisi yang lain, bangsa ini juga tercatat sebagai bangsa yang di mana aktivitas judi online-nya paling besar.
 
Pun demikian juga dengan korupsinya. “Jakarta juga masuk katagori sebagai kota polusi terburuk di dunia”, ungkapnya.
 
Menurut HNW, dua sisi perbedaan tersebut tentu tidak nyambung. Untuk itu diharap dengan semakin mencintai dan memahami Al Quran, umat Islam akan semakin mampu berkontribusi menjadi solusi dari berbagai masalah  yang ada.
 
Alumni Universitas Madinah, Arab Saudi, itu mendorong agar insan Yayasan Al Utsmani aktif turun ke tengah masyakarat untuk melakukan gerakan mencintai dan memahami Al Quran.
 
Bila gerakan tersebut diterima masyarakat maka akan mengubah tatanan yang ada menjadi masyarakat yang menghadirkan sumber daya manusia yang berakhlak. peduli lingkungan, cinta sesama, bersilaturahim, berorientasi yang menghadirkan solusi. “Bukan masyarakat yang eksklusif”, tuturnya.
 
Lebih lanjut dikatakan oleh HNW, dengan mencintai dan memahami Al Quran, serta mengembangkan agama sesuai tuntuntan maka umat Islam menjadi tidak anti sosial dan acuh pada Masyarakat. “Dengang demikian umat Islam tidak akan golput pada pemilu”, tuturnya. “Juga tidak menjual kedaulatan dengan sembako”, tambahnya.
 
Ditegaskan Al Quran mengajarkan umat tentang pentingnya persaudaraan, kerja sama, berkolaborasi pada kebajikan, sehingga kontestasi pemilu menjadi ajang pesta yang benar, tidak saling fitnah. “Dan menjunjung kejujuran, profesionalitas, amanah, dan tidak terpecah belah”, ujar pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sains dan Teknologi Miliki Peran Penting dalam Wujudkan SDGs

21 February 2024 - 07:00 WIB

Zulpikar, Pengamat Politik Bank Zoel Institute : Banyak Kejanggalan Pada Pemilu 2024

20 February 2024 - 22:06 WIB

Rapat Tahun OJK, Ketua MPR RI Bamsoet Optimistis Perekonomian Nasional Meningkat Pasca Pemilu 2024

20 February 2024 - 17:46 WIB

Pelaku Penganiayaan di Patikraja Banyumas Dibekuk Polisi

20 February 2024 - 15:04 WIB

OJK-BPK Perkuat Kompetensi Pengendalian Kualitas Pengawasan IJK

20 February 2024 - 11:03 WIB

Perpres Nomor 19/2024 Diharapkan Mampu Akselerasi Industri Gim Nasional

20 February 2024 - 10:54 WIB

Trending di Bisnis