Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 27 May 2024 15:31 WIB ·

*Adakah yang Tahu Letak Jalan Culik di Bandung*

MEDIA-BANGSA-Hingga akhir Abad XIX, pola permukiman di Bandung memisahkan kawasan hunian secara sosial dan morfologis. Kawasan hunian orang Eropa (Europeesche Zakenwijk) berada di sebelah atas atau utara rel kereta api dan kawasan bagi non Belanda berada di bawah atau sebelah selatan.

Jalan ikon kota Bandung adalah Jalan Braga, merupakan pusat kota yang selalu ramai dikunjungi orang. Tetapi apakah Anda tahu, bahwa sebelumnya jalan ini selain becek juga sangat sepi dan menyeramkan? Di jalan ini sering terjadi perampokan maupun penculikan. Oleh karena itu, masyarakat memberi nama jalan ini sebagai Jalan Culik, sebelum akhirnya diubah menjadi Jalan Pedati (Pedatiweg) dan selanjutnya berubah lagi menjadi Jalan Braga (Bragaweg). Java Stores di Bragaweg adalah toko ayahanda mang Ucup.

Sekitar tahun 1874, hanya ada enam keluarga Tionghoa yang ada di Bandung. Orang Tionghoa pertama yang tinggal menetap di Bandung bernama Tam Long, yang kemudian namanya diabadikan menjadi Jalan Tamblong. Sedangkan di daerah Citepus ada Tan Sim Chong. Ia dahulunya tinggal di Gang Sim Cong, Jalan Yo Sun Bie (sekarang Jalan Mayor Sunarya). Yo Sun Bie (1870 -1968) lahir di Fujian, Tiongkok. Ia merantau ke Batavia tahun 1891 dan mulai berdagang tekstil pada tahun 1895. Ia kemudian mendirikan pabrik tenun “Sin I Seng”. Sedangkan Gang Luna yang juga ada di sekitar itu berasal dari nama Tiong Hoa, Loen An.

Dulu, sebelum adanya kendaraan bermotor di kawasan Banceuy (Bantjeuyweg), kawasan ini pernah dijadikan tempat peristirahatan dan tempat mengganti kuda. Di situ pula para kusir kereta bisa mendapakan bantuan air (cai) minum untuk kuda-kudanya, yang dalam bahasa Sunda “bantuan cai”. Dari situlah diserap kata Banceuy.

Jalan Wastukancana sering disingkat menjadi Wastu. Dahulu, nama Jalan Wastukancana ini adalah Engelbert Van Bevervoordeweg. Ia pelopor dalam dunia penerbangan. Ia meninggal karena pada tahun 1918 pesawatnya jatuh di Bandara Sukamiskin. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Belanda membuat patung dirinya pada tahun 1920. Patung tersebut diletakkan di sebuah tikungan jalan yang sekarang adalah Jalan Wastu Kencana. Setelah Indonesia merdeka, patung tersebut dipindahkan ke Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda.

Jalan Sultan Agung dahulunya bernama Heetjansweg. Sultan Agung adalah nama dari Sultan Mataram III yang memerintah antara tahun 1613-1645 M. Melalui salah satu perwira andalannya, Bupati Kendal Tumenggung Bahureksa, ia berhasil mengalahkan Madura. Nama bupati Bahureksa inilah pula yang dipakai untuk menggantikan nama Jalan Gelriastraat sebelumnya.

Jalan Siliwangi dahulu bernama Dr. De Greerweg. Nama Siliwangi diambil dari Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi adalah Raja Pajajaran yang terkenal karena kepemimpinannya dapat menjadikan masyarakat Pajajaran sejahtera, adil, dan makmur.

Jalan Trunojoyo dahulunya bernama Wenckebachstraat, sedangkan Jalan Tirtayasa pada masa kolonial bernama Frisiastraat. Itulah secuplik sejarah mengenai asal-muasal beberapa nama jalan dan kawasan di Kota Bandung.

Mangga urang Bandung bilih hoyong, terang nami² jalan di Bandung jaman kapungkur. Sihoreng teh hiji² aya dongengna.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

PERMASALAHAN KASUS GOOGLE TERHADAP KONSEP BUT

12 June 2024 - 02:56 WIB

pabrikpaving.id Bantu Supply Paving Block Kualitas No 1 untuk Area Jogja dan Sekitarnya

5 June 2024 - 13:12 WIB

Paving Block
Trending di Nasional