Media Bangsa – Sungai Krasak di Kabupaten Sleman memiliki potensi aliran lahar dingin Gunung Merapi, terutama saat hujan deras terjadi di kawasan hulu. Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah membangun sejumlah sabo dam di sepanjang aliran sungai hingga Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel.

Infrastruktur pengendali sedimen tersebut membantu menahan material vulkanik sebelum aliran Sungai Krasak bertemu dengan Sungai Progo. Keberadaan sabo dam Krasak juga berperan dalam melindungi jaringan pengairan yang mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Bendungan tersebut membantu mengurangi risiko kerusakan saluran irigasi akibat material vulkanik seperti batu dan pasir. Dengan demikian, infrastruktur ini tidak hanya mendukung mitigasi bencana, tetapi juga menjaga keberlangsungan sektor pertanian di wilayah sekitar.

Sabo Dam Krasak Atur Pasokan Air Irigasi

Lokasi sabo dam di Banyurejo terhubung dengan instalasi turbin pembangkit listrik di kawasan Selokan Van der Wijck. Warga setempat, Ruswantoro (51), menjelaskan kondisi tersebut pada Senin (19/10/2026).

Menurutnya, sabo dam Banyurejo memiliki fungsi penting dalam pengelolaan air bagi masyarakat. Bangunan di wilayah hilir tersebut memiliki konstruksi yang lebih sederhana dibandingkan sejumlah sabo dam di kawasan hulu Merapi.

Desain bangunan menyesuaikan kondisi Sungai Krasak yang semakin menyempit dan memiliki tebing cukup curam. Pengelola juga melengkapi bangunan dengan pintu air untuk mengatur aliran menuju jaringan irigasi Selokan Van der Wijck.

Pintu air membantu mengatur debit air setelah material vulkanik mengendap. Sistem tersebut mendukung penyaluran air menuju jaringan irigasi dan membantu menjaga kebutuhan air untuk lahan pertanian.

Infrastruktur Mitigasi Jadi Ruang Rekreasi

Selain menjalankan fungsi pengendalian sedimen dan pengelolaan air, kawasan sabo dam Krasak juga berkembang sebagai ruang aktivitas warga. Pepohonan di sekitar tebing membuat kawasan tersebut lebih rindang dan nyaman.

Sejumlah warga memanfaatkan kawasan itu untuk memancing dan beristirahat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur pengendali bencana juga dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Keberadaan sabo dam di Sungai Krasak menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keselamatan kawasan sekaligus mendukung kebutuhan air pertanian masyarakat Sleman.

(MC Kab. Sleman/KIM Senyum Tempel/Sadhono Hadi)