Total Alokasi Bantuan Afirmasi se-Jatim Rp50 Miliar untuk 50.000 Murid

Media Bangsa – MAGETAN, 11 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat akses pendidikan melalui rangkaian penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB di Blitar Raya dan Magetan menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan Rp50 miliar untuk 50.000 murid afirmasi SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur. Setiap murid dialokasikan bantuan sebesar Rp1 juta untuk meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan sekolah.

Alokasi tersebut terdiri atas Rp4,275 miliar bagi 4.275 murid dalam APBD murni dan tambahan Rp45,725 miliar bagi 45.725 murid melalui Perubahan APBD (P-APBD).

Program ini menyasar murid prasejahtera kelas X, XI, dan XII di sekolah negeri maupun swasta untuk mencegah putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

Di SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, Senin minggu lalu , Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan kepada 225 murid yang tercakup dalam alokasi APBD murni 2026. Setiap murid memperoleh Rp1 juta, sehingga total nilai bantuan mencapai Rp225 juta. Rinciannya, 141 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 84 murid dari Kota Blitar.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan bagi Blitar Raya mencapai Rp2,25 miliar untuk 2.250 murid, terdiri atas 225 murid dalam APBD murni dan tambahan 2.025 murid dalam P-APBD.

Menurut jenjang pendidikan, alokasi tersebut mencakup 315 murid SMA, 608 murid SMK, dan 1.327 murid SLB. Berdasarkan wilayah, sebanyak 1.279 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 971 murid dari Kota Blitar.

Rangkaian penyerahan bantuan berlanjut di SMAN 2 Magetan Selasa minggu lalu . Total alokasi bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi di Kabupaten Magetan mencapai Rp1,156 miliar untuk 1.156 murid.

Jumlah tersebut terdiri atas 110 murid dalam APBD murni dengan anggaran Rp110 juta dan tambahan 1.046 murid dalam P-APBD dengan anggaran Rp1,046 miliar. Menurut jenjangnya, alokasi bantuan mencakup 406 murid SMA, 596 murid SMK, dan 154 murid SLB.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis bantuan biaya pendidikan kepada 10 murid afirmasi penerima manfaat jenjang SMA, SMK, dan SLB.

Khofifah mengatakan, bantuan pendidikan afirmasi merupakan bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur untuk menjaga kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan biaya. Penyerahan di berbagai daerah menjadi bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan yang inklusif.

Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus menjadi cara mengisi peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama murid dan keluarga penerima.

“Bantuan ini jangan hanya dilihat dari nilai nominalnya. Di balik setiap bantuan, ada cita-cita anak yang harus dijaga, perjuangan orang tua yang harus didukung, serta masa depan yang harus dipersiapkan bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa setiap anak harus memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi. Karena itu, pemerintah terus mendorong intervensi agar persoalan ekonomi tidak menjadi penghambat keberlanjutan pendidikan.

“Program afirmasi pendidikan memastikan tidak ada anak yang harus berhenti sekolah karena terkendala kebutuhan penunjang pendidikan,” katanya.

Ia berharap para penerima memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan pembelajaran dan keperluan penunjang sekolah. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sehingga murid dapat terus belajar dan mempersiapkan masa depan.

Bagi Khofifah, dukungan biaya pendidikan juga merupakan investasi untuk menyiapkan generasi muda Jawa Timur yang terampil, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan ketentuan program untuk menghindari penerimaan bantuan sejenis secara bersamaan.

“Bantuan afirmasi ini tidak dapat digabungkan dengan program bantuan sejenis, seperti Program Indonesia Pintar atau PIP, Program Keluarga Harapan atau PKH, dan sejenisnya, sesuai ketentuan program,” jelasnya.

Selain bantuan afirmasi pendidikan, dalam kunjungan di SMAN 2 Magetan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Istiqomah SMAN 2 Magetan senilai Rp100 juta kepada Kepala SMAN 2 Magetan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan sarana pendidikan sekaligus menunjang pembinaan karakter dan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.

Gubernur Khofifah juga memberikan santunan dan paket sembako kepada 81 petugas kebersihan dan penjaga sekolah di wilayah Magetan. Pemberian tersebut menjadi bentuk perhatian dan apresiasi kepada para tenaga pendukung sekolah yang turut menjaga lingkungan pendidikan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi para murid.(*)