Media Bangsa – JAKARTA, 14 Mei 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kesenjangan antara kurikulum sekolah dan kebutuhan industri menjadi tantangan yang harus dijawab. Menanggapi hal tersebut, tiga kekuatan besar di dunia pemasaran Indonesia—Asosiasi Sales Director Indonesia (SDI), Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), dan Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI) menggelar pertemuan rekoordinasi strategis di Jakarta.
Pertemuan ini mempertegas komitmen ketiga asosiasi untuk memajukan pendidikan vokasi, dengan dukungan penuh dari Universitas Prasetiya Mulya sebagai mitra pendukung dari ranah akademisi.
Mengapa Program “Profesional Mengajar” Dimajukan?
Fokus utama pertemuan ini adalah pemantapan program “Profesional Mengajar” (PM) 2026. Berdasarkan evaluasi mendalam, tahun ini pelaksanaan program resmi dimajukan ke bulan Agustus dan September 2026, dari yang sebelumnya dilakukan pada November.
Keputusan strategis ini diambil untuk memastikan:
1. Sinkronisasi Kurikulum: Memudahkan sekolah mengintegrasikan kehadiran praktisi di awal semester.
2. Kesiapan Narasumber: Memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi para direktur dan praktisi sales untuk berbagi ilmu tanpa berbenturan dengan kesibukan akhir tahun industri.
3. Target Luas: Menjangkau 100 SMK sebagai bagian dari misi besar menciptakan Sales Profesional yang siap pakai (ready-to-work).
Dedy Budiman, M.Pd (Founder SDI, KOMISI & AGMARI):
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru di kelas, tapi tanggung jawab kita semua yang sudah lebih dulu terjun di industri. Profesional Mengajar adalah jembatan emas bagi siswa SMK. Kami memajukan jadwal ke Agustus-September agar energi baru dari industri bisa dirasakan siswa sejak awal tahun ajaran.”
Brando Tengdom (Ketua Umum SDI):
“Kehadiran kami di SMK adalah untuk membakar semangat para siswa. Kami ingin memastikan bahwa 100 SMK yang kami tuju tahun ini mendapatkan akses langsung ke standar kompetensi sales dunia. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia.”
Indra Hadiwidjaja (Ketua Umum KOMISI):
“Kami ingin memberikan wajah baru pada profesi sales di mata siswa SMK. Melalui gerakan Profesional Mengajar, para praktisi dari SDI dan KOMISI hadir untuk berbagi nilai-nilai integritas dan ketangguhan. Kami ingin mereka tidak hanya sekadar lulus, tapi siap menjadi pemenang di pasar kerja.”
Dr. rer. pol. Christiana Yosevina Ratna Tercia (Ko-Provos 1 Universitas Prasetiya Mulya):
“Universitas Prasetiya Mulya mendukung penuh inisiatif dari ketiga asosiasi ini. Kami percaya bahwa kolaborasi antara sekolah, asosiasi profesi, dan akademisi adalah kunci utama keberhasilan pendidikan vokasi. Sinergi ini memastikan bahwa teori yang dipelajari siswa di kelas tetap selaras dengan praktik nyata di lapangan.”
Punggawa Kolaborasi dalam Pertemuan Harmonisasi:
Keberhasilan program ini dikawal oleh para tokoh lintas sektor yang hadir dalam pertemuan tersebut:
1. Dedy Budiman, M.Pd – Tokoh Penggerak & Founder (SDI, KOMISI, AGMARI)
2. Brando Tengdom – Ketua Umum SDI
3. Hans Harischandra – Sekjend SDI
4. Raymundus Arief – Bidang Partnership SDI
5. Marcellina Bun – Bendahara Umum SDI
6. Indra Hadiwidjaja – Ketua Umum KOMISI
7. Ahmad Madani – Sekjend KOMISI & Co-Founder AGMARI
8. Sekar Tyas Nareswari – Koordinator Vokasi Dikti KOMISI
9. Pebrizanti – Waketum AGMARI
10. Dr. rer. pol. Christiana Yosevina Ratna Tercia – Ko-Provos 1 Universitas Prasetiya Mulya
Mengenal Program Profesional Mengajar
Profesional Mengajar (PM) adalah inisiatif unggulan yang digagas oleh AGMARI, SDI, dan KOMISI sebagai wujud nyata Link and Match antara dunia pendidikan dan industri. Dengan menghadirkan praktisi ahli ke SMK, program ini bertujuan memberikan wawasan terkini, strategi pemasaran modern, dan pembentukan karakter profesional bagi generasi muda Indonesia.

Tinggalkan Balasan