Media Bangsa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengajak masyarakat kembali menguatkan budaya saling menjaga lingkungan sebagai bagian dari sistem keamanan sosial berbasis gotong royong.

Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, sebagai upaya memperkuat ketenangan masyarakat sekaligus membangun keamanan dari tingkat lingkungan terkecil.

Menurut Yudha Adji Kusuma, keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada aparat maupun sarana pendukung, tetapi juga pada kepedulian antarwarga. Lingkungan yang saling mengenal dan aktif menjaga dinilai akan lebih cepat merespons berbagai persoalan sosial yang muncul.

“Keamanan paling kuat sebenarnya lahir dari masyarakat yang saling peduli. Ketika warga saling menjaga lingkungannya, rasa aman akan tumbuh bersama,” ujar Yudha di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan budaya saling menjaga merupakan modal sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat desa maupun perkotaan di Lumajang.

Kebiasaan memperhatikan kondisi sekitar, mengenali aktivitas yang tidak biasa, hingga saling memberi informasi dinilai efektif mencegah gangguan ketertiban.

Pemerintah daerah menilai partisipasi warga menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan kondisi lapangan sehari-hari.

“Kalau masyarakat saling mengenal, saling peduli, dan cepat berkomunikasi, maka banyak persoalan bisa diketahui lebih awal. Inilah yang ingin kita bangun kembali,” katanya.

Yudha Adji Kusuma menambahkan penguatan budaya tersebut juga menjadi cara menjaga keharmonisan sosial di tengah derasnya arus informasi digital.

Di saat berbagai informasi mudah menyebar, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan fokus memperkuat solidaritas lingkungan.

Sebagai dukungan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga mempercepat pemasangan penerangan jalan umum (PJU) dan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah dusun.

Namun menurutnya, infrastruktur tersebut hanya menjadi alat bantu, sedangkan faktor utama keamanan tetap berada pada masyarakat yang aktif menjaga lingkungan secara bersama-sama.

“CCTV dan lampu jalan membantu pengawasan, tetapi keamanan yang paling utama tetap dibangun oleh kepedulian warga. Semangat gotong royong itu yang harus terus dijaga,” ujarnya.

(MC Kab. Lumajang/Ydc/An-m)

Sumber