Media Bangsa – TikTok, sebagai salah satu aplikasi media sosial paling populer saat ini, telah membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan remaja. Pengaruhnya dapat dilihat dari berbagai aspek, baik positif maupun negatif, yang membentuk pola perilaku, cara berpikir, dan interaksi sosial mereka. TikTok memiliki dampak yang beragam terhadap remaja, tergantung pada bagaimana mereka menggunakannya. Sebagai alat, aplikasi ini menawarkan potensi besar untuk pengembangan kreativitas dan wawasan. Namun, tanpa kontrol dan bimbingan yang tepat, TikTok juga dapat membawa dampak negatif yang merugikan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua, pendidik, dan remaja itu sendiri untuk memahami cara menggunakan aplikasi ini secara bijak, memastikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan kesejahteraan fisik dan mental.

dapat saya simpulkan bahwa dampak dari aplikasi tiktok benar-benar berpengaruh kepada kehidupan remaja, terutama pada usia 17 hingga 19 tahun, dengan penggunaan yang merajalela dampak tiktok semakin mendapat perhatian di kalangan Masyarakat. Dimana perbedaan – perbedaan yang di tunjukkan oleh remaja usia 17 hingga 19 tahun, aplikasi tiktok membawa berbagai dampak dalam aspek kehidupan remaja. Beberapa dampak yang terjadi bisa menjadi dampak yang positif dan negatif. Salah satu dampak positif yang terjadi adalah aplikasi TikTok memberikan edukasi dan kesadaran diri kepada remaja dalam beberapa konten yang diberikan. Beberapa konten yang informatif juga akan meningkatkan kesadaran diri remaja.

Aplikasi TikTok juga memberikan dampak yang kurang baik terhadap remaja. Salah satu contoh yang sering dialami oleh remaja jika terlalu sering menggunakan aplikasi tersebut adalah kurangnya waktu tidur. Beberapa remaja menghabiskan waktunya dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat dan meninggalkan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat dengan terus menerus meng-scroll aplikasi TikTok. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang negatif yaitu mengurangi waktu untuk produktif. Selain itu beberapa konten yang dihasilkan TikTok memberikan pengaruh pada perubahan mental, seperti konten yang sering berubah sehingga menghasilkan mood yang tidak baik yang menyebabkan kecemasan dan stress.

Di tahun 2024 ini banyak sekali anak – anak remaja yang terlalu mengikuti standart tiktok, dimana para remaja sedikit – sedikit terpengaruh oleh kata –  kata konten yang belum tentu related kepada dirinya sendiri. Beberapa hasil Interview saya terhadap remaja pecandu aplikasi tiktok berkata bahwa “kata –  kata konten tiktok kadang benar dan sesuai dengan keinginan saya” Ketika mereka berkata seperti itu, saya menyimpulkan bahwa anak remaja benar – benar terpengaruh padahal menurut saya apa yang terjadi dengan dirinya tidak related dengan kata –  kata konten tiktok tersebut.

Dampak lainnya yang di tampilkan dari kecanduan media social  terutama Aplikasi tiktok adalah kurangnya kepercayaan diri terhadap pecandu yang rentan mempengaruhi usia 17 hingga 19 tahun. Memiliki kepercayaan sangatlah penting di karenakan seorang atau remaja dapat menilai dirinya sendiri dalam melakukan segala  pekerjaan secara efektif dalam kehidupannya. Melalui beberapa riset pengguna aplikasi tiktok lebih dari 50 juta pengguna, dimana rata – rata penggunanya adalah anak remaja usia 15 hingga 19 tahun. Menurut jurnal STIKES bethesada, dimana para remaja pecandu aplikasi tiktok mencapai 80%, dimana jumlah bisa di katakan sangat miris bagi kemajuan bangsa Indonesia.

 

Penulis: 

NAMA            : ADIT PRATAMA RIZQI AGUSTIAN
JURUSAN      : TEKNIK INFORMATIKA
ASAL              : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG