Media Bangsa – Di era saat ini, teknologi telah menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun era digital memberikan banyak kemudahan, Ia juga membawa tantangan baru, terutama di lingkungan kerja. Perkembangan teknologi telah mengubah cara kita bekerja agar lebih mudah, namun di sisi lain, ia juga membawa ancaman besar terhadap kesehatan mental. Ada tekanan untuk selalu terhubung dan ekspektasi yang tinggi. Ini menyebabkan burnout dan stres di kalangan para pekerja. Situasi ini tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga berpengaruh pada perusahaan. Oleh sebab itu, investasi dalam program kesehatan mental di tempat kerja tidak lagi bersifat pilihan, tetapi menjadi suatu keharusan, dan juga manajer harus peduli pada kesehatan mental timnya. Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan karyawan akan berhasil menciptakan suasana kerja yang sehat, yang tentu saja akan menguntungkan perusahaan, karena karyawan yang bahagia cenderung meningkatkan kinerja mereka, dan hal ini pasti berdampak positif bagi perusahaan. Untuk dapat mengatasi tantangan ini, sangat penting bagi kita untuk menganggap bahwa kesehatan mental adlah investasi utama menuju masa depan yang lebih baik. Artikel ini akan membahas hal-hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja yang modern

Faktor penyebab burnout di era digital

Pernahkah anda merasakan kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional akibat tekanan  atau setres? Jikaiya, itu adalah tanda – tanda burnout yang diakibatkan oleh setres yang terlalu lama, terutama di lingkungan kerja. Kelelahan ini dapat berdampak pada produktivitas dan Kesehatan secara keseluruhan. Penyebab bornout yang pertama adalah beban kerja yang terlalu berat yang dapat menyebabkan keletihan fisik dan mental,sehingga menyulitkan untuk fokus dan menurunkan kualitas pekerjaan. Selanjutnya, membandingkan diri dengan orang lain di media social itu juga dapat menimbulkan bornout karena membandingkan kehidupan orang lain yang terlihat ideal di media social dan membandingkannya dengan diri sendiri sehingga menimbulkan insecure atau kurang percaya diri, yang akhirnya menimbulkan rasa iri dan ketidakpuasan pada diri sendiri. Dan terakhir ada perkembangan teknologi yang cepat, mengapa hal ini menyebabkan burnout? karena kita seakan – akan di paksa untuk terus belajar dan beradaptasi. Hal ini menjadi beban bagi karyawan karena harus memperbarui kemampuan agar tidak tertinggal dengan teknologi yang terus berkembang.

Pentingnya program kesehatan mental, seperti konseling atau cuti tambahan

Kesehatan mental seringkali terabaikan dalam kehidupan modern yang penuh dengan tekanan dan tuntutan. Namun, kesehatan mental adalah bagian yang sangat penting dalam hidup kita. Jika kesehatan mental bermasalah, maka efeknya kita akan mengalami berbagai masalah seperti stres, kecemasan, depresi, dan bahkan gangguan mental yang lebih serius.

Program Kesehatan mental bagi karyawan merupakan langah cerdas yang memberikan keuntungan jangka panjang untuk Perusahaan, Program seperti sesi konseling dan penambahan hari libur sangatlah penting dan tidak boleh diabaikan. Sesi konseling memungkinkan karyawan untuk mendapatkan kembali keseimbangan mental  mereka dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, menyediakan waktu cuti khusus untuk kesehatan mental memberi kesempatan kepada pegawai untuk beristirahat dan memulihkan diri dari kelelahan akibat stres pekerjaan. Dengan adanya dukungan seperti ini, pegawai dapat kembali bekerja dengan semangat yang tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja mereka.

Tanggung jawab manajer dalam mendukung kesehatan mental anggota tim

Kita bisa mengibaratkan tempat kerja sebagai rumah kedua, di mana kita menghabiskan waktu setiap hari disitu, sehingga penting untuk memiliki kenyamanan dan dukungan. Dalam konteks ini,  manajer berfungsi seperti orang tua mereka memiliki p eranan penting dalam menciptakan   lingkungan kerja  yang menyenangkan dan nyaman. Oleh karena itu, manajer sangat penting dalam mendukung Kesehatan mental anggota tim di tempat kerja. Manajer perlu menciptakan suasana kerja yang sehat dan membangun budaya kerja yang mendukung keseimbangan antara pekerjaandan kehidupan pribadi, serta memberikan beban kerja yang seimbang untuk menghindari setres berlebihan. Selain itu, manajer harus memberikan dukungan yang diperlukan agar anggota tim merasa didengar dan dihargai. Yang tak kalah penting, manajer juga perlu mengapresiasi kerja keras karyawan dengan menyampaikan terima kasih atau memberikan bonus kepada mereka yang berkinerja baik. Dengan melakukan langkah – langkah ini, manajer dapat membantu menjaga kesehatan mental tim dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, sehingga karyawan merasa betah dan memberikan yang terbaik untuk Perusahaan.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan mental merupakan hal penting yang memberikan keuntungan berkelanjutan bagi individu dan Perusahaan. Di zaman digital ini, mengenali penyebab setres dan burnout sangat penting. Melalui program Kesehatan mental yang baik, seperti layanan konseling dan cuti tambahan, serta dukungan dari atasann, kita dapat membangun suasana kerja yang lebih baik dan seimbang. Upaya – Upaya ini tidak hanya bermanfaat untuk kesejahteraan individu, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas pada karyawan. Mari kita bersama – sama membentuk lingkungan kerja yang mendukung Kesehatan mental untuk mencapau kesuksesan yang berkelanjutan.

 

Penulis :

Nama : Aura Zahra Zania Husen
Nim : 202410170110103
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Kelas 1 C
Dosen Pengampu Novita Agus Saputri,S.Pd.,M.Pd
Universitas Muhammadiyah Malang
Email: aurazahraa13@gmail.com