Media Bangsa – Bisnis Loofe awal mula berdiri tahun 2024 pada bulan November. Kata Loofe berasal dari “Lare Osing” yang berasal dari Banyuwangi. Loofe sendiri memiliki keunikan dari nama yang artinya anak yang berasal dari banyuwangi yang akan menciptakan sebuah inovasi menu makanan. Loofe sendiri berfokus pada Mie, namun dengan seiring waktu loofe menambahkan menu lain seperti kopi, nasi ayam bawang, nasi ketimus, dan snack. Awal mula adanya Loofe dikarenakan adanya peminat dari teman teman berbagai kampus, dan akhirnya kami membuat open Po by whatsapp setiap 2 kali seminggu dikarenakan masih 2 orang yang mengerjakan usaha ini.
Pada usaha Loofe menjual makanan berat yaitu chicken garlic selalu menjaga hubungan baik tidak hanya menciptakan nama baik Loofe tetapi meningkatkan loyalitas terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini bisnis Loofe memastikan pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang terbaik dari sisi rasa, porsi menu, kebersihan, ketepatan waktu. Serta Loofe menerima respon pelanggan terhadap kritik dan sara agar dapat meningkatkan kualitas Loofe menjadi lebih baik dan dapat diterima disemua kalangan. Selain itu, Loofe menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial, dengan memperkuat hubungan dengan pelanggan bukan hanya sekedar strategi bisnis, tetapi memperkuat hubungan dengan pelanggan dengan salam, sapa, senyum serta memberikan informasi terkait menu di Loofe.
Loofe memahami bahwa pelanggan adalah aset yang terpenting dalam mendukung usaha . Loofe berkomitmen untuk mendengarkan umpan balik dari pelanggan sebagai bagian dari proses perbaikan di masa yang akan datang. Loofe tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek tetapi pada kepuasa pelanggan dalam jangka panjang. Dengan cara ini Loofe dapat memberikan informasi terkait proses pembuatan makanan secara hiegenis dan dapur secara terbuka. Selain itu Loofe memberikan bahan yang berkualitas dengan porsi mengenyangkan serta harga ramah dikantong yang dapat dibeli dari seluruh kalangan.
Dalam implementasi bisnis, tanggung jawab terhadap pelanggan sangat penting, dan berbagai umpan balik yang diterapkan oleh perusahaan LOOFE menunjukkan tanggung jawab sosial. Misalnya, Wenda mengatakan, “mie level 1 pedesnya dikurangi aja, tetapi pedesnya nagih enak asin gurih.” Ini menunjukkan bahwa meskipun pelanggan bersedia mengubah tingkat kepedasan mereka untuk memenuhi pedoman, mereka tetap bersedia untuk melakukannya. Umpan balik ini menunjukkan bahwa tanggung jawab LOOFE adalah untuk memenuhi keinginan pelanggan dan meningkatkan pengalaman mereka. Salwa mengatakan bahwa “porsinya banyak banget dan harga sangat murah,” menunjukkan bahwa konsumen bersedia membayar lebih banyak untuk produknya. Namun, Diyah mengatakan bahwa “mie-nya kurang banyak, topping ditambahi variasi,” yang berarti jumlah topping dan variasi harus ditingkatkan agar lebih variatif.
Penulis

Nama : Neilla Avanty
Nim : 117
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Kelas 1C
Matkul Pengantar Bisnis
Dosen Pengampu Novita Agus Saputri,S.Pd.,M.Pd
Universitas Muhammadiyah Malang

11 Komentar
Semangat cantik lopyu semoga lulus jadi bosmuda
semangatt!!
widihh semangat cintaa
Waahh siip nihh yookk kapan nih bukanya
sangat informatif kak, terimakasih kak
Ayo dong open PO lagi
Kapan nih bukanya
kakkk mau tanya ini kapan ya bukanya soalnya kemarin cuma dapat 1 makanan aja belum coba makanan lainnya, kalau ada kabar kakak punya toko aku mau coba makanan dan minuman yang lainnya, oiya btw makanannya enak banget lho guyss cepat cobain kalo kakak ini buka po.
Merintis usaha sendiri itu butuh niat yg kuat dan kerja keras semoga kedepannya usaha yg dirintis semakin berkembang dan sukses.
Semangat semoga sukses
Semangat semoga bisa buka toko offline yaa
Komentar ditutup.