Media Bangsa – Program Kampus Merdeka Belajar (MBKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengembangkan diri melalui magang, riset, maupun proyek mandiri di luar kegiatan perkuliahan. Salah satu proyek penting yang menjadi bagian dari MBKM adalah pembangunan Gedung Kuliah CWI-01 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Gedung ini diharapkan menjadi salah satu fasilitas unggulan kampus, memberikan ruang kuliah modern dan fasilitas penunjang yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini. Pengalaman magang di proyek ini juga dapat dikaitkan dengan target Sustainable Development Goals (SDG’s) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama SDG’s ke-17 yang berfokus pada kemitraan untuk mencapai tujuan. Program Ini Berlangsung Dari Bulan Juli Hingga Desember 2024 dan di Proyek CWI-01 Diikuti Oleh Mahasiswa Dari Berbagi Universitas seperti ITS Surabaya, UPN “Veteran” Jawa Timur, Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Politeknik Negeri Banyuwangi dan Politeknik Negeri Malang. Salah satu Mahasiswa Yang Terlibat di Dalam Proyek ini adalah Raphael Rio Dewa Senggarang dan Ahmad Rafi Putra Pratama, Mahasiswa Teknik Sipil Semester 7 dari UPN “Veteran” Jawa Timur yang memberikan pengalaman magangnya.

Menggabungkan Pengalaman Magang dengan Pembangunan Berkelanjutan

Selama menjalani magang di proyek pembangunan Gedung Kuliah CWI-01 ITS, banyak aspek dari Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bisa Mahasiswa pelajari, khususnya dalam konteks SDG’s 17, yaitu Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Tujuan). SDG’s 17 menekankan pentingnya kemitraan global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Di proyek pembangunan ini, kemitraan menjadi elemen penting, di mana berbagai pihak, termasuk universitas, kontraktor, konsultan, investor dan pemerintah, saling bekerja sama dalam mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan, efisien, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Salah satu hal yang Mahasiswa rasakan selama magang adalah bagaimana kolaborasi antara tim konstruksi, arsitek, dan ahli teknik sipil berperan penting dalam keberhasilan proyek. Meskipun ada banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari cuaca hingga keterbatasan sumber daya, setiap masalah dapat diselesaikan melalui diskusi dan kerja sama yang baik antar pihak. Kolaborasi ini juga mencakup koordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan bahwa pembangunan memenuhi standar keselamatan, keandalan, serta lingkungan.

Proses Pelaksanaan Proyek dan Tantangan yang Dihadapi

Gedung CWI-01 ITS adalah proyek pembangunan besar yang bertujuan untuk menyediakan ruang kuliah dan fasilitas belajar yang lebih modern bagi mahasiswa. Dalam proses pelaksanaannya, ada banyak aspek yang harus diperhatikan, mulai dari pemilihan material bangunan, desain konstruksi yang efisien, hingga pemantauan waktu kerja yang ketat agar target pembangunan dapat tercapai tepat waktu.

Sebagai bagian dari tim magang yang ikut terlibat dalam proyek ini, Mahasiswa banyak belajar mengenai pentingnya perencanaan dan manajemen proyek yang baik. Setiap tahap pembangunan membutuhkan koordinasi yang matang, terutama dalam hal logistik material dan penempatan tenaga kerja. Salah satu tantangan yang paling menonjol adalah ketika terjadi keterlambatan pengiriman material akibat faktor eksternal seperti cuaca atau kendala transportasi. Namun, tim proyek selalu siap menghadapi berbagai skenario tersebut dengan solusi yang inovatif dan efektif.

Selama magang, Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pengawasan lapangan dan membantu dalam melakukan inspeksi terhadap kualitas material serta instalasi konstruksi. Ini memberi Mahasiswa pemahaman lebih mendalam mengenai pentingnya standar kualitas dalam setiap aspek pembangunan. Selain itu, Mahasiswa turut mempelajari bagaimana teknologi modern, seperti penggunaan Building Information Modeling (BIM) dan drone yang dapat membantu dalam proses perencanaan dan pemantauan konstruksi secara real-time.

Relevansi Proyek dengan SDG’s 17: Kemitraan untuk Tujuan

SDG’s 17 menekankan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa adanya kemitraan yang kuat antara berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Proyek pembangunan Gedung CWI-01 ini adalah contoh nyata dari implementasi SDG’s 17, di mana kolaborasi antara berbagai entitas yang terlibat dalam pembangunan menghasilkan kemajuan yang signifikan.

Pihak kampus sebagai pemilik proyek berperan dalam memberikan arahan mengenai kebutuhan akademik dan fungsionalitas bangunan. Di sisi lain, kontraktor dan konsultan konstruksi bekerja sama untuk memastikan bahwa desain dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan standar teknis serta aman secara struktural. Kemitraan antara akademisi, profesional konstruksi, dan pemerintah ini mencerminkan semangat SDG’s 17, di mana berbagai pihak harus berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar, yaitu pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, implementasi pembangunan yang mempertimbangkan aspek ramah lingkungan, seperti pemilihan material yang lebih berkelanjutan dan penggunaan teknologi hemat energi, juga mendukung upaya pencapaian target SDG’s lainnya, terutama SDG’s 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG’s 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).

Penutup

Magang di proyek pembangunan Gedung CWI-01 ITS merupakan pengalaman yang sangat berharga, di mana Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam proses konstruksi yang kompleks sekaligus memahami bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan diterapkan dalam dunia nyata. Lebih dari sekadar proyek fisik, pengalaman ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan, sejalan dengan visi SDG’s 17 tentang kemitraan untuk tujuan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi Mahasiswa dan rekan-rekan magang lainnya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik melalui pembangunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.